Ada kesalahan di dalam gadget ini

Kamis, 08 Desember 2011

pendidikan dan ilmu-ilmu antropologi

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Antropologi adalah suatu ilmu yang memahami sifat-sifat semua jenis manusia secara lebih banyak. Antropologi yang dahulu dibutuhkan oleh kaum misionaris untuk penyebaran agama nasrani dan bersamaan dengan itu berlangsung sistem penjajahan atas negara-negara di luar eropa, dewasa ini dibutuhkan bagi kepentingan kemanusiaan yang lebih luas. Studi antropologi selain untuk kepentingan pengembangan ilmu itu sendiri, di negara-negara yang sedang membangun sangat diperlukan bagi pembuatan-pembuatan kebijakan dalam rangka pembangunan dan pengembangan masyarakat. Sebagai suatu disiplin ilmu yang sangat luas cakupannya, maka tidak ada seorang ahli antropologi yang mampu menelaah dan menguasai antropologi secara sempurna. Demikianlah maka antropologi dipecah-pecah menjadi beberapa bagian dan para ahli antropologi masing-masing mengkhususkan diri pada spesialisasi sesuai dengan minat dan kemampuannya untuk mendalami studi secara mendalam pada bagian-bagian tertentu dalam antropologi. Dengan demikian, spesialisasi studi antropologi menjadi banyak, sesuai dengan perkembangan ahli-ahli antropologi dalam mengarahkan studinya untuk lebih mamahami sifat-sifat dan hajat hidup manusia secara lebih banyak. Dalam hubungan ini ada antropologi ekonomi, antropologi politik, antropologi kebudayaan, antropologi agama, antropologi pendidikan,

antropologi perkotaan, dan lain sebagainya.

I.2 IDENTIFIKASI DAN PEMBATASAN MASALAH

Antropologi secara garis besar dipecah menjadi 2 bagian yaitu antropologi fisik/biologi dan antropologi budaya. Tetapi dalam pecahan antropologi budaya, terpecah – pecah lagi menjadi banyak sehingga menjadi spesialisasi – spesialisasi, termasuk Antropologi Pendidikan. Seperti halnya kajian antropologi pada umumnya antropologi pendidikan berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya dalam rangka memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia khususnya dalam dunia pendidikan. Studi antropologi pendidikan adalah spesialisasi termuda dalam antropologi. Setelah dasawarsa tahun 60-an di Amerika Serikat semakin banyak diperlukan keahlian dalam antropologi untuk meneliti masalah – masalah pendidikan, maka antropologi pendidikan kemudian dianggap dapat berdiri sendiri sebagai cabang spesialisasi antropologi yang resmi. Antropologi pendidikan apabila dihadirkan sebagai suatu materi kajian, maka yang dikaji adalah penggunaan teori-teori dan metode-metode yang digunakannya.

I.3 RUMUSAN MASALAH

Memperhatikan realita yang berkembang mengenai Sosiologi Antropologi Pendidikan seperti yang telah diuraikan diatas perlu adanya pemahaman tentang Sosiologi Antropologi Pendidikan itu sendiri khususnya metode-metode yang terkandung dalam disiplin ilmu tersebut yang dirumuskan sebagai berikut :

1. Menjelaskan pengertian dari Sosiologi Antropologi Pendidikan.

2. Menjelaskan ruang lingkup kajian Sosiologi Pendidikan dan Antropologi Pendidikan.

3. Menjelaskan tujuan Sosiologi Pendidikan dan Antropologi Pendidikan.

4. Menjelaskan metode dan hubungan antara Sosiologi Pendidikan dan Antropologi Pendidikan.

5. Menjelaskan manfaat mempelajari Sosiologi Antropologi Pendidikan

I.4 TUJUAN PEMBAHASAN

Tujuan dari diadakannya pembahasan ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui definisi dari Sosiologi Antropologi Pendidikan.

2. Untuk mengetahui ruang lingkup kajian Sosiologi Pendidikan dan Antropologi Pendidikan.

3. Untuk mengetahui metode dan hubungan antara Sosiologi Pendidikan dan

Antropologi Pendidikan

4. Untuk mengetahui manfaat mempelajari Sosiologi Antropologi Pendidikan.

I.5 KEGUNAAN PEMBAHASAN

Kegunaan dari pembahasan ini adalah :

a. Bagi kami pembahasan ini merupakan wahana latihan pengembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah.

b. Dengan adanya pembahasan ini tentunya kami semua akan semakin memperkaya ilmu pengetahuan kami tentang Sosiologi Antropologi Pendidikan khususnya materi yang berhubungan dengan metode-metode dalam Sosiologi Antropologi Pendidikan.

BAB II

PEMBAHASAN

II.1 DEFINISI SOSIOLOGI DAN SOSIOLOGI PENDIDIKAN

Sosiologi termasuk dalam kelompok ilmu-ilmu sosial (sosial science).Sosiologi juga disebut ilmu kemasyarakatan, dan termasuk ilmu yang masih muda usianya. Sosiologi sebagai ilmu, baru muncul pada abad ke-19, dipopulerkan oleh seorang filosof prancis yang bernama Auguste Comte (1798-1853). Didalam bukunya Course de Philosophie positive, ia menerangkan bahwa pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat harus melalui urutanurutan tertentu, yang kemudian akan sampai pada tahap terakhir, yaitu tahap ilmiah. Karena jasanya, Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi karena ia pertama kali memakai istilah sosiologi. Ia mengkaji sosiologi secara sistematis, sehingga sosiologi terlepas dari lilmu filsafat dan berdiri sejak abad ke-19. Sosiologi merupakan gabungan dari dua kata “socius” dari bahasa latin berarti: teman atau kawan, dan “logos” dari bahasa Yunani berarti: kata atau berbicara. Secara umum sosiologi dipahami sebagai kumpulan gagasan perihal kehidupan antar manusia (a body of thought about man’s inter-human life). Beberapa sarjana memberikan definisi-definisi tentang sosiologi adalah sebagai berikut:

1. Pitirim Sorokin, sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari :

· Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala

sosial (misalnya antara gejala ekonomi dengan agama, keluarga dan

moral, hukum dengan ekonomi, gerak masyarakat dengan politik, dan

lain sebagainya.)

· Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejalagejala

non-sosial.

· Ciri umum dari semua jenis gejala-gejala sosial.

2. Menurut Roucek dan Warren, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari

hubungan antar manusia dalam kelompok-kelompoknya.

3. Menurut William f. Ogburn dan Meyer f. Nimkoff, Sosiologi adalah

penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya yaitu

organisasi sosial.

4. Menurut J. A. A. Van Doorn dan C. J. Lammers, Sosiologi adalah ilmu

pengetahuan tentang struktur–struktur dan proses kemasyarakatan yang

bersifat stabil.

5. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, Sosiologi adalah ilmu yang

mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan

sosial.

Dalam buku Sosiologi Pengantar yang ditulis oleh Soerjono Soekanto,

mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu sosial yang murni, abstrak, rasional,

dan empiris, bersifat umum, serta berusaha mencari pengertian umum.

Sedangkan pengertian sosiologi pendidikan Menurut para ahli adalah

sebagai berikut:

1. F. G. Robbins, Sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang

mengkaji strukutur dan dinamika proses pendidikan.

2. H. P. Fairchild dalam bukunya “Dictionary of sociology” dikatakan

bahwa sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang di terapkan untuk

memecahkan masalah pendidikan yang fundamental.

3. Charles A.Ellwood, Sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang

mempelajari atau menuju untuk melahirkan maksud hubungan semua

pokok-pokok masalah antara proses pendidikan dan proses sosial.

4. Prof. Drs. Nasution M. A., Sosiologi pendidikan adalah ilmu yang

berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan

untuk mengembangkan kepribadian individu untuk lebih baik.

Dari definisi tersebut dapat di simpulkan bahwa Sosiologi pendidikan

adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek pendidikan baik struktur,

dinamika, masalah masalah pendidikan atau aspek-aspek lainya secara

mendalam melalui analisis atau pendekatan sosiologis.

II.2 RUANG LINGKUP KAJIAN SOSIOLOGI

Ruang lingkup sosiologi lebih luas dari ilmu sosial lainnya Karena

mencakup semua interaksi yang berlangsung antara individu dengan individu,

individu dengan kelompok, serta kelompok dengan kelompok dalam

lingkungan masyarakat. Sosiologi mengkaji beberapa hal, diantaranya :

1. Ekonomi beserta kegiatan usahanya secara prinsipil yang berkaitan dengan

produksi, distribusi, dan penggunaan sumber-sumber kekayaan alam.

2. Masalah kewenangan, yaitu pihak-pihak yang membuat kebijakan

berkaitan dengan apa yang dialami warganya.

3. Persoalan sejarah, yaitu dengan catatan kronologis, misalnya usaha dan

kegiatan manusia beserta prestasinya yang berdokumentasikan. Sosiologi

mempersatukan data yang beragam dari beberapa ilmu pengetahuan lain

sebagai dasar pengetauan.

Dengan demikian, sosiologi dapat dihubungkan dengan kejadiankejadian

sejarah, sepanjang kejadian itu memberikan keterangan beserta urutan

tentang proses kelangsungan hidup kelompok-kelompok manusia. Sebagai

contoh, riwayat suatu kelembagaan dapat dipelajari sehubungan dengan

penyingkapan faktor-faktor, prinsip-prinsip, dan keanekaragaman hubungan

yang meliputi kejadian dan riwayat lembaga tersebut.

II.3 TUJUAN SOSIOLOGI PENDIDIKAN

Menurut George S. Herrington mengemukakan lima tujuan sosiologi

pendidikan, yaitu:

1. Untuk memahami peraturan tentang penelitian dalam masyarakat dan

sekolah sebagai instrument dan faktor sosial atau kemajuan sosial yang

mempengaruhi sekolah.

2. Untuk memahami ideologi yang demokratis kultur kita dan kecenderungan

sosial dan ekonomi dalam hubungan dengan kedua agen pendidikan

informal dan formal.

3. Untuk memahami kekuatan sosial efek mereka atas individu.

4. Kurikulum masyarakat.

5. Untuk menggunakan teknik penelitian dan pemikiran kritis untuk mencapai

tujuan.

6. Pokok-pokok penelitian sosiologi penelitian.

II.4 PENGERTIAN ANTROPOLOGI DAN ANTROPOLOGI PENDIDIKAN

Disiplin antropologi, sebagaimana yang kita kenal adalah produk

peradaban barat yang relatif baru. Di Amerika Serikat misalnya, kuliah

antropologi umum yang diberi kredit di College Universitas, diberi di

Universitas Vermont itupun baru pada tahun 1886.

Seiring dengan publikasi karya-karya teoritis Auguste Comte, pada

tahun 1830, pengaruh sosiologi semakin besar dalam perkembangan

antropologi. Dalam waktu singkat, antropologi mulai dipengaruhi teori-teori

Darwin serta teori evolusi biologis. Begitu pula metodologi dan teori

perbandingan hukum perlahan menerapkan pengaruhnya dalam kajian

antropologi. Lebih jauh, melalui karya-karya Lewis H. Morgan dan Edward

B. Taylor antropologi berkembang seperti sekarang ini.

Antropologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata ”antrophos”

berarti manusia, dan “logos” berarti ilmu. Antropologi mempelajari manusia

sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial. Antropologi memiliki dua

sisi holistic dimana meneliti manusia pada tiap waktu dan tiap dimensi

kemanusiaannya. Arus utama inilah yang secara tradisional memisahkan

antropologi dari disiplin ilmu kemanusiaan lainnya yang menekankan pada

perbanding/perbedaan budaya antar manusia. Walaupun begitu sisi ini banyak

diperdebatkan dan manjadi kontroversi sehingga metode antropologi sekarang

sering kali dilakukan pada pemusatan penelitian pada penduduk yang

merupakan masyarakat tunggal. Definisi antropologi menurut para ahli yaitu:

a. Wiliam A. Haviland, Antropologi adalah studi tentang manusia, berusaha

menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusi adan perilakunya

serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman

manusia.

b. David Hunter, Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang

tidak terbatas tentang umat manusia.

c. Koentjaraningrat, Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat

manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik

masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

Dari definisi-definisi tersebut, dapat disusun pengertian sederhana

antropologi, yaitu ssebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi

keanekaragaman fisik serta kebudayaan (cara-cara berprilaku, tradisi-tradisi,

nilai-nilai) yang dihasilkan sehingga setiap manusia yang satu dengan yang

lainnya berbeda-beda.

Secara umum Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha

menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya dan

untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.

Sedangkan Antropologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang berusaha

memahami dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis

berdasarkan konsep-konsep dan pendekatan Antropologi.

II.5 RUANG LINGKUP ANTROPOLOGI

Antropologi adalah studi tentang umat manusia, yang berusaha

menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya, dan

untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.

Sedangkan yang menjadi objek kajian antropologi adalah kebudayaan.

II.6 METODE DAN HUBUNGAN ANTARA SOSIOLOGI DAN

ANTROPOLOGI

Objek kajian sosiologi adalah masyarakat, dan kita juga tahu

masyarakat sudah pasti berkebudayaan, namun perlu diingat antara masyarakat

dan kebudayaan tidak sama, tetapi berhubungan erat. Dalam hal ini masyarakat

menjadi kajian pokok sosiologi, dan kebudayaan menjadi kajian pokok

antropologi.

Hal ini disebabkan hubungan erat antara kebudayaan dan masyarakat

diibaratkan semut dan lebah bermasyarakat, tetapi tidak berkebudayaan.

Sehingga dapt ditarik kesimpulan bahwa masyarakat lebih mendasar dan

merupakan tanah dimana kebudayaan itu tumbuh. Kebudayaan selalu

berbentuk atau bercorak sesuai dengan masyarakatnya.

Menurut Ralph Linton, kata masyarakat menunjuk pada segolongan

manusia yang pandai dan bekerja sama, sedangkan kata kebudayaan menunjuk

pada cara hidup yang khas dari golongan manusia tersebut. Dengan kata lain,

masyarakat merupakan fungsi-fungsi yang asasi dalam hubungan manusia,

sedangkan kebudayaan adalah cara fungsi itu dilaksanakan.

Masyarakat berhubungan dengan susunan dan proses hubungan antar

manusia dan golongan, kebudayaan berhubungan dengan isi corak dengan

hubungan yang ada. Karena itu, keduanya baik masyarakat dan kebudayaan

penting bagi sosiologi dan antropologi. Hanya saja, penekanan antara keduanya

berbeda.

Kedua spesialisasi ini sering digabungkan menjadi satuan bagian.

Adapun bidang yang menjadi bahan kajian meliputi hal-hal berikut :

1. Sejarah terjadinya dan perkembangan manusia sebagai makhluk biologis.

2. Sejarah terjadinya berbagai bahasa manusia diseluruh dunia dan

penyebarannya.

3. Masalah terjadinya persebaran dan perkembangan berbagai kehidupan

diseluruh dunia.

4. Masalah dasar kebudayaan dalam kehidupan manusia dari suku-suku

bangsa yang tersebar dimuka bumi sampai sekarang.

Sedangkan Kluckhohn juga menjelaskan perbedaan antara antropologi

dan sosiologi yang merupakan disiplin ilmu yang sama-sama banyak

menguraikan berbagai dimensi dalam kehidupan manusia. Ia menjelaskan

bahwa para sosiolog dan antropolog melihat manusia secara berbeda dengan

lingkungannya.

Sedangkan antropolog memandang bahwa manusia itu figur yang hidup

ada pada lingkungan, serta figur yang cenderung melawan lingkungan, ia selalu

berada dalam lingkungan sebagai variabel abadi, bisa diprediksi hanya dalam

batas manusia itu sendiri, mudah diketahui hanya dalam sebuah seri virtual

tanpa batas.

Sementara itu, sosiolog lebih menilai manusia secara objektif, tidak

melibatkan perasaan dan reaksinya. Antropologi budaya seringkali memusatkan

perhatian untuk memahami manusia melalui perasaan dan reaksinya, manusia

sebagai lazimnya manusia, bukan sebagai subjek.

Adapun persamaan antara sosiologi dan antropologi yaitu, sama-sama

bertujuan untuk mencapai pengertian tentang azas-azas hidup masyarakat dan

manusia pada umumnya.

Sedangkan perbedaannya sebagai berikut:

1. Asal mula dan sejarah perkembangannya berbeda.

2. Perbedaan pengkhususan pokok dan bahan penelitian.

3. Memiliki metode dan masalah yang khusus.

II.7 MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI ANTROPOLOGI

PENDIDIKAN

Adapun manfaat dari penggunaan teori sosiologi – antropologi

diantaranya adalah :

· Dapat melihat dengan jelas siapa diri kita, baik sebagai pribadi maupun anggota

kelompok atau masyarakat.

· Mampu mengkaji tempat kita dalam masyarakat dan dapat melihat dunia atau

budaya lain yang belum kita ketahui sebelumnya.

· Makin memahami norma, tradisi, keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut oleh

masyarakat lain.

· Makin lebih tanggap, kritis dan rasional menghadapi gejala sosial masyarakat

yang makin kompleks.

· Antropologi menyusun etnografi – etnografi yang memungkinkan penciptaan

teori – teori tentang asal – usul agama dan kepercayaan, asal mula keluarga dan

perkawinan, asal – usul dan perilaku negara, dan sebagainya.

· Dengan bantuan ilmu antropologi, maka terbukalah cakrawala pengetahuan baru

bahwa segalanya berubah dan runtutan awalnya akan berujung bukan dari

kekuatan ilahiah tapi kekuatan manusia.

BAB III

PENUTUP

III.1 KESIMPULAN

Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru lahir kemudian di Eropa. Sosiologi juga merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara individu dengan individu, individu dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat. Selain itu, Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum.

Antropologi adalah suatu ilmu yang memahami sifat – sifat semua jenis

manusia secara lebih banyak. Antropologi yang dahulu dibutuhkan oleh kaum

misionaris untuk penyebaran agama nasrani dan bersamaan dengan itu

berlangsung system penjajahan atas negara – negara di luar eropa, dewasa ini

dibutuhkan bagi kepentingan kemanusiaan yang lebih luas. Studi antropologi

selain untuk kepentingan pengembangan ilmu itu sendiri, di Negara – Negara

yang telah membangun sangat diperlukan bagi pembuatan – pembuatan

kebijakan dalam rangka pembangunan dan pengembangan masyarakat.

Sebagai suatu disiplin ilmu yang sangat luas cakupannya, maka tidak ada

seorang ahli antropologi yang mampu menelaah dan menguasai antropologi

secara sempurna. Demikianlah maka antropologi dipecah – pecah menjadi

beberapa bagian dan para ahli antropologi masing – masing mengkhususkan

diri pada spesialisasi sesuai dengan minat dan kemampuannya untuk

mendalami studi secara mendalam pada bagian – bagian tertentu dalam

antropologi. Dengan demikian, spesialisasi studi antropologi menjadi banyak,

sesuai dengan perkembangan ahli – ahli antropologi dalam mengarahkan

studinya untuk lebih mamahami sifat – sifat dan hajat hidup manusia secara

lebih banyak.

III.2 SARAN

Sosiologi dapat berfungsi sebagai ilmu murni dan ilmu terapan, misalnya

dalam ilmu murni meneliti tentang budaya mencontek ketika ujian dan jika

dalam ilmu terapan akan mengkaji bagaimana cara mencegah siswa mencontek

saat ujian. Sosiologi sangat dibutuhkan dalam masyarakat, baik sebagai

peneliti, teknisi, konsultan, maupun sebagai pendidik.

Antropologi di dalam masyarakat berperan sebagai peneliti tentang

keanekaragaman masyarakat. Suku bangsa yang dapat digunakan untuk ilmu

itu sendiri (pengembangan metode ilmiah), juga sebagai dasar untuk

mengambil kebijakan pembangunan yang dapat memecahkan masalah –

masalah sosial di dalam masyarakat. Para antropolog bersama – sama dengan

sosiolog dapat membantu memecahkan masalah sosial budaya dan

merencanakan pembangunan sosial. Para antropolog dapat menjalin hubungan

dengan para ahli dari ilmu – ilmu lain untuk mengembangkan metode

penelitian yang intensif dan mendalam tentang beragam kebudayaan yang

jumlahnya ribuan di dunia.

Antropologi dan sosiologi dapat membantu memecahkan masalah –

masalah sosial budaya dan perencanaan pembangunan seperti masalah dalam

pendidikan.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Ninit Yuli Anita, Sosiologi Antropologi Pendidikan, artikel diambil dari

http://ninityulianita.wordpress.com/2008/10/31/sosiologi-antropologipendidikan/,

2008.

Siti Waridah Q & J. Sukardi-Isdiyono, Sosiologi Kelas I SMA/MA, Jakarta : Bumi

Aksara, 2004.

Wardi Bachtiar, Sosiologi Klasik, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2006.

William A. Haviland diterjemahkan oleh R. G. Seokadijo, Antropologi, Jakarta :

Erlangga, 1988.

Makalah

PENDIDIKAN KEWIRAAN

NAMA : SUDIRMAN PAKATA

NIM : 1142014

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS VETEREAN REPUBLIK INDONESIA

2011

Tidak ada komentar: